9 Cara yang Harus Diketahui untuk Menghindari Asfiksia

9 cara yang harus diketahui untuk menghindari asfiksia

9 Cara yang Harus Diketahui untuk Menghindari Asfiksia

Terdapat sembilan cara yang harus diketahui untuk menghindari asfiksia, yaitu: memperhatikan posisi bayi saat tidur, tidak memberikan bantal atau benda yang menyebabkan sesak napas, tidak merokok di dekat bayi, memastikan makanan tidak tersangkut di saluran napas, memperhatikan anak saat bermain dengan mainan, tidak memberikan makanan atau minuman di waktu tidur, memperhatikan gejala batuk dan pilek pada bayi, menjaga kebersihan kamar tidur, dan mengetahui teknik bantuan napas pada bayi.

Cara lain untuk mengatasi sesak napas

Jika tidak darurat, tetapi dada Anda terasa sesak atau Anda mengalami kesulitan bernapas. Anda bisa mencoba beberapa cara berikut untuk menghindari sesak napas.

1. Rekayasa pernapasan bibir mengerucut

Pursed lip breathing merupakan teknik yang dapat memperlambat pernapasan dan membantu mengeluarkan udara yang terasa “macet” di paru-paru.

Anda dapat menggunakannya jika Anda mengalami sesak napas atau sesak napas. Ikuti langkah ini:

  • Relakskan otot leher dan bahu Anda. tenang
  • Ambil napas perlahan melalui hidung, jangan buka mulut. Tarik napas selama 2 detik.
  • Posisikan bibir Anda seperti Anda ingin bersiul.
  • Bernapaslah melalui mulut yang mengerucut selama 4 detik.
Baca juga :  10 Perbedaan Haji dan Umrah: Syarat Wajib, Sah dan Waktu Pelaksanaan

2. Teknik pernapasan diafragma

Seperti saat Anda bernyanyi, teknik pernapasan diafragma bisa lebih membuka saluran napas Anda. Anda bisa mencobanya di rumah dengan langkah-langkah berikut:

  • Duduk tegak di kursi, tetapi rilekskan bahu, kepala, dan leher Anda.
  • Letakkan tangan Anda di perut.
  • Tarik napas perlahan melalui hidung. Tidak seperti pernapasan normal, pernapasan diafragma tidak menggerakkan bahu. Perut Andalah yang perlu bergerak dan terisi udara. Jadi biarkan perut Anda menahannya dan lanjutkan.
  • Saat Anda menarik napas, kencangkan otot Anda dan perut Anda harus bergerak ke dalam. Bernapaslah melalui mulut dengan bibir mengerucut.
  • Cobalah menahan napas lebih lama dari biasanya sebelum menarik napas lagi. Ulangi selama 5 menit, fokus pada pernapasan.

3. Duduk

Postur duduk yang benar bisa menjadi salah satu cara mengatasi sesak napas. Pastikan kaki Anda rata di lantai dan condongkan tubuh ke depan. Agar lebih nyaman, Anda dapat mengistirahatkan siku pada kaki untuk menopang tubuh.

4. Bersandar di dinding

Berdiri benar-benar dapat membantu Anda rileks dan membuka saluran udara Anda. Tempatkan pinggul Anda ke dinding. Buka kaki selebar bahu dan rilekskan lengan Anda. Rilekskan bahu Anda, tetapi condongkan tubuh sedikit ke depan dan biarkan lengan Anda menggantung bebas di samping tubuh. Kemudian fokuslah untuk mengendalikan napas Anda.

5. Meditasi

Anda dapat mulai bermeditasi sebagai obat alami untuk pernapasan. Teknik meditasi sebagian besar berfokus pada perhatian di mana kita fokus pada pengendalian napas kita. Sebagai pemula, jelajahi berbagai aplikasi atau video di YouTube yang memiliki panduan atau instruksi yang akan memandu Anda selama meditasi.

Baca juga :  KTT Jepang, Korea Selatan harus mengatasi sejarah untuk memperbarui hubungan

6. Minum kopi

Penelitian awal menunjukkan bahwa kafein meredakan sesak napas dan membantu meregangkan otot di saluran udara. Hal ini sangat baik terutama bagi penderita asma untuk mencegah atau mengatasi sesak nafas.

Namun, perlu diingat bahwa kafein meningkatkan detak jantung, jadi perhatikan kadar kafein yang dikonsumsi. Jika ini keadaan darurat medis, bersamaan dengan gejala lain seperti nyeri dada, jika Anda merasa tidak bisa mendapatkan oksigen, jangan konsumsi apapun karena bisa membuat Anda mati lemas.

7. Konsumsi jahe

Cara menghilangkan sesak nafas selanjutnya adalah dengan makan atau minum jahe. Mengonsumsi jahe dapat mengurangi sesak napas yang disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan. Sebuah penelitian menemukan bahwa jahe efektif melawan virus RSV, salah satu penyebab infeksi saluran pernapasan.

Namun, seperti halnya kopi, sebaiknya tidak mengonsumsi apa pun selama keadaan darurat medis atau gejala lainnya, karena dapat menyebabkan Anda mati lemas. Segera konsultasikan dengan petugas medis bila perlu.

8. Menghirup uap

Menghirup uap panas dapat melemaskan saluran pernapasan. Udara hangat dan lembap membantu memecah lendir di paru-paru, membuatnya lebih mudah untuk bernapas. Anda dapat mencobanya sebagai berikut:

  • Isi panci dengan air panas.
  • Tambahkan beberapa tetes minyak esensial yang dibumbui dengan peppermint atau eucalyptus.
  • Letakkan wajah Anda di atas mangkuk dan atur handuk di atas kepala Anda.
  • Tarik napas dan hembuskan uap panas.
Baca juga :  Pengawas nuklir PBB: 2,5 ton uranium hilang di Libya

Jika airnya masih beruap, diamkan sebentar agar uap panasnya tidak melukai wajah.

9. Gunakan kipas angin listrik kecil

Terakhir, cara sederhana untuk mendinginkan udara adalah dengan menggunakan kipas angin listrik kecil. Kipas angin listrik kecil bisa menjadi cara yang ampuh untuk mencegah mati lemas, kata sebuah penelitian. Karena begitu banyak udara di wajah, kita merasakan lebih banyak udara yang masuk ke paru-paru.

Berikut cara mengatasi sesak napas. Selain pertolongan pertama di atas, Anda juga dapat membeli obat mati lemas di apotek sesuai resep dokter, atau Anda juga dapat mengambil asuransi untuk melindungi diri dari segala macam risiko kesehatan. Anda dapat memilih asuransi kesehatan untuk keluarga atau asuransi penyakit kritis. Mulai Rp 28.500 per bulan, Anda terlindungi! Klik spanduk di bawah ini.

Temukan artikel menarik lainnya di Google News

#Cara #yang #Harus #Diketahui #untuk #Menghindari #Asfiksia majikan pulsa 9 Cara yang Harus Diketahui untuk Menghindari Asfiksia